Rabu, 02 April 2014

Bahaya Penyakit Batuk Rejan Pada Balita

Bahaya Penyakit Batuk Rejan Pada Balita & Gejalanya

Salam menuju sehat kami sampaikan kepada anda dan keluarga anda dimanapun anda berada, kami pengeloa blog kesehatan yang dalam kesempatan kami kali ini akan memberikan informasi kepada anda yaitu sebuah informasi Bahaya Penyakit Batuk Rejan Pada Balita & Gejalanya. Jika dari keluarga anda menderita penyakit batuk rejan, hindari Bahaya Penyakit Batuk Rejan Pada Balita tersebut dengan mengobatinya yaitu dengan menggunakan obat herbal Jelly Ga,at Gold-G. Untuk penjelasannya, silahkan anda simak di bawah ini.

Sekilas Informasi Bahaya Penyakit Batuk Rejan Pada Balita

Bahaya Penyakit Batuk Rejan Pada Balita
Batuk Rejan Pada Balita
Pernahkah anda mendengar istilah penyakit batuk seratus hari? Ya batuk seratus  hari atau biasa disebut batuk rejan merupakan sebutan lain untuk penyakit Pertusis. Pertusis atau yang dalam bahasa Inggris biasa disebut Whooping Cough adalah sebuah penyakit yang sangat menular ditandai dengan batuk yang intens dan sering menyebabkan orang yang terinfeksi  menjadi tersedak ketika mencoba untuk bernapas. Penyebab penyakit ini adalah bakteri bernama Bordetella pertussis yang menempel pada silia dari sistem pernapasan bagian atas. Namun terkadang penyakit ini juga diinfeksi oleh bacterium  Bordetella parapertussis yang mengganggu system pernapasan pada anak-anak.

Penyakit pertusis biasa menyerang balita di bawah usia 1-2 tahun yang belum mendapatkan imunisasi pertusis. Penyakit ini mudah sekali menular melalui batuk atau bersin dari penderita pertusis  yang tersebar ke udara lalu  terhirup oleh orang yang sehat sehingga menjadi tertular. Selain pada bayi dan balita kalangan yang rentan terhadap penyakit ini adalah anak-anak berusia 7 sampai 10 tahun.

Gejala Penyakit Batuk Rejan

Biasanya dimulai dengan gejala ISPA ringan seperti batuk, bersin dan cairan hidung keluar terus menerus (pada stadium catarrhal) kemudian sesudah 1 minggu sampai 2 minggu dilanjutkan dengan batuk yg terus menerus namun diikuti masa dimana ada jeda batuk (stadium paroxysmal). Batuk ini mungkin dapat diikuti dengan adanya muntah, hal ini disebabkan rasa mual yg diderita dan pada anak kecil dimana reflek fisiologis yang belum terbentuk secara sempurna maka akan menimbulkan muntah, hal ini tidak jarang membawa ke arah malnutrisi. Batuk ini dapat di picu oleh menguap, tertawa atau berteriak dan akan berkurang sesudah 1 sampai 2 bulan. Komplikasi yg dapat mengikuti keadaan ini adalah pneumonia, encephalitis, hipertensi pada paru dan infeksi bakterial yg mengikuti.

Telah kami uraikan di atas sebelumnya, kami akan memberikan informasi kepada anda tatacara dalam menyembuhkan dan merawat penyakit rejan pada balita yaitu dengan obat herbal Jelly Gamat Gold-G. Untuk informasi lengkapnya tentang cara mengatasi penyakit batuk rejan, silahkan anda klik link Obat Untuk Penyakit Batuk Rejan

Demikianlah informasi yang kami sajikan kepada anda dan keluarga anda dimanapun anda berada, semoga informasi Bahaya Penyakit Batuk Rejan Pada Balita yang di paparkan kepada anda. Semoga membawa anda dan keluarga anda kedalam kesembuhan dengan cepat.

0 komentar:

Poskan Komentar