Jumat, 13 Desember 2013

Bahaya Penyakit Benjolan Pada PayudaraBe

Penyebab Penyakit Benjolan Pada Payudara & Bahaya Penyakit Benjolan Pada Payudarah

Waspadai penyakit benjolan pada payudara sedini mungkin, karena Bahaya Penyakit Benjolan Pada Payudarah bisa saja merenggut nyawa anda.

Salam menuju sehat kami ucapkan kepada anda dan keluarga anda dimanapun anda berada, kami merupakan pengelola blog kesehatan dan sekaligus merupakan distributor obat herbal yang melayani seluruh Indonesia dengan sistem pembayaran setelah barang sampai, dalam kesempatan kami kali ini akan memberikan informasi penyebab penyakit benjolan pada payudara & Bahaya Penyakit Benjolan Pada Payudarah.

Jika dari keluarga anda terlihat ada benjolan pada payudara, segera hidari Bahaya Penyakit Benjolan Pada Payudarah tersebut sedini mungkin & cepat atasi dengan obat herbal.

Sekilas Informasi Penyebab Penyakit Benjolan Pada Payudara


Bahaya Penyakit Benjolan Pada Payudara
Benjolan Payudara
BENJOLAN di payudara sering kali membuat para wanita waswas karena adanya kanker payudara. Jangan cemas, tak semua benjolan adalah pertanda adanya kanker payudara. Kanker payudara merupakan satu dari sekian banyak penyakit yang menjadi momok menyeramkan dan mematikan di Indonesia.

Menurut Moningkey dan Kodim, penyebab spesifik kanker payudara masih belum diketahui, tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara diantaranya:
 
Faktor reproduksi: Karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas, menarche pada umur muda, menopause pada umur lebih tua dan kehamilan pertama pada umur tua. Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya umur. Diperkirakan, periode antara terjadinya haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan window of initiation perkembangan kanker payudara. Secara anatomi dan fungsional, payudara akan mengalami atrofi dengan bertambahnya umur. Kurang dari 25% kanker payudara terjadi pada masa sebelum menopause sehingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi jauh sebelum terjadinya perubahan klinis.

Penggunaan hormon: Hormon estrogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara. Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement. Suatu metaanalisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral, wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause. Sel-sel yang sensitive terhadap rangsangan hormonal mungkin mengalami perubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas.

Penyakit fibrokistik: Pada wanita dengan adenosis, fibroadenoma, dan fibrosis, tidak ada peningkatan risiko terjadinya kanker payudara. Pada hiperplasis dan papiloma, risiko sedikit meningkat 1,5 sampai 2 kali. Sedangkan pada hiperplasia atipik, risiko meningkat hingga 5 kali.

Obesitas: Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause. Variasi terhadap kekerapan kanker ini di negara-negara Barat dan bukan Barat serta perubahan kekerapan sesudah migrasi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh diet terhadap terjadinya keganasan ini.

Konsumsi lemak: Konsumsi lemak diperkirakan sebagai suatu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Willet dkk. melakukan studi prospektif selama 8 tahun tentang konsumsi lemak dan serat dalam hubungannya dengan risiko kanker payudara pada wanita umur 34 sampai 59 tahun.
    
Radiasi: Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur.
    
Riwayat keluarga dan faktor genetik: Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara. Pada studi genetik ditemukan bahwa kanker payudara berhubungan dengan gen tertentu. Apabila terdapat BRCA 1, yaitu suatu gen kerentanan terhadap kanker payudara, probabilitas untuk terjadi kanker payudara sebesar 60% pada umur 50 tahun dan sebesar 85% pada umur 70 tahun. Faktor Usia sangat berpengaruh -> sekitar 60% kanker payudara terjadi di usia 60 tahun. Resiko terbesar usia 75 tahun.

Penyebab Lainnya Penyakit Benjolan Dipayudara 

Penyebab kanker payudara ini bisa terjadi karena faktor gaya hidup yang tidak sehat. Kurangnya aktivitas gerak, tidak berolahraga, banyak mengkonsumsi alcohol. Selain itu penyebab kanker payudara juga bisa terjadi karena berat badan dan bentuk yang terlalu sering mengkonsumsi lemak, mengakibatkan terjadinya suatu kanker.

Berikut tanda-tanda kanker payudara yang sering terjadi antara lain :
  1. Benjolan kecil yang terdapat dalam payudara dan benjolan itu akan semakin lama semakin membesar hingga Terjadinya suatu perubahan warna pada payudara maupun putingnya.
  2. Puting payudara akan mengeluarkan darah
  3. Kerutan disekitar payudara
  4. Menimbulkan bau busuk yang disebabkan borok pada payudara
Menurut Prof. Dr. Zubairi Djoerban, KHOM., Professor of Internal Medicine, di Divisi Hematology Medical Oncology di Universitas Indonesia, di berbagai negara, termasuk di Indonesia, kecenderungan seorang wanita untuk mendapati benjolan pada payudaranya cukup sering. Dan gejalanya juga beragam, bisa tidak terasa apapun hingga rasa nyeri yang menusuk-nusuk.

Sekilas Informasi Bahaya Penyakit Benjolan Pada Payudara

Bahaya Dari Benjolan Di Payudara=> Benjolan di payudara bisa terjadi dari kanker payudara karena awal mula dari kanker payudara tersebut adanya benjolan yang memerah.

Kami selaku pengelola blog kesehatan memberukan informasi seputar cara menyembuhkan penyakit benjolan pada payudara, untuk mendapatkan informasi tersebut, silahkan anda klik link Obat Untuk Penyakit Benjolan Pada Payudara.
 

0 komentar:

Poskan Komentar